Pages

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2012

An Awesome Hiking (Gn.Penanggungan 1.653 mdpl)


Jadi teringat FUN HIKING yang aku lakukan baru-baru ini bersama seorang rekan mbak Lailatul Qadr. Beliau adalah senior saya di SMALAPALA penta 11 sedang saya penta 15. Tanggal 27 Oktober kami berangkat dari Terminal Bungurasih pukul 15.30 menggunakan Bus (ekonomi) jurusan Malang. Murah meriah euy! cukup Rp 5.000,- untuk sampai di Terminal Pandaan. Dari Pandaan kami menggunakan colt (Rp 5.000,-) menuju Desa Tamiajeng, lokasi start pendakian kali ini. Perjalanan kali ini cukup lancar jaya. Pukul 17.00 sudah tiba di desa yang dimaksud. Kami memutuskan istirahat di musholla terdekat sembari menunggu waktu maghrib tiba. Ah...sejuknya udara pegunungan ditambah air wudhu segar yang membasuh tubuh. Alangkah indah dan damainya desa ini...
 #teman seperjalanan

Usai sholat maghrib kami menuju warung terdekat untuk mengisi baterai (makan maksudnya)..hehehehe...Kemudian dilanjut sholat isya' di musholla yang sama. Waktu masih menunjukkan pukul 19.30, masih terlalu dini untuk melakukan tracking . Yup, rencana kami hanya tracking saja, tanpa dome (tenda) dan kompor portable (perlengkapan biasa untuk camping). Berdasar prediksi lama perjalanan tracking menuju lapangan (camp akhir sebelum summit attack) 3 jam selanjutnya 1 jam menuju Top of Penanggungan maka kami memutuskan memulau tracking pukul 22.00. Untuk mengulur waktu kami berdua tidur di musholla..^_^

Pukul 22.00 tepat, kami memulai tracking. Dimulai dengan jalan beraspal melewati rumah-rumah penduduk. Selanjutnya sampailah pada jalan makadam (jalan berbatu) jalur menuju track pendakian. Di sini kami bertemu kawan seperjalanan. Salip menyalip pun terjadi. Nafas yang terus memburu (hosh..hosh..), peluh membasahi seluruh badan, tapi semangat pantang padam!! hahahah..Sesekali kami break up mengatur nafas, melemaskan otot, menenggak bekal minum, menyorot lampu senter ke depan (Tuhan...bentar lagi sampai kaaaann??) hahahaha...Jalan semakin terjal dan tekad kami semakin tebal untuk segera sampai (Lapangan)...Ayyeee..!!

Pukul 02.00 sudah nampak di depan kami tenda-tenda dengan nyala api unggun di sana-sini, sorot lampu senter para pendaki lain, dan riuh rendah suara mereka. Yaaa, kami akhirnya sampai juga di Lapangan. Mengeluarkan jaket dan jas hujan untuk segera mengistirahatkan badan. Summit attack kita putuskan usai Subuh. Di Lapangan ini anginnya kencang sekaliiii...Aku hanya bisa memejamkan mata, umek sendiri menahan dingin, dan yang pasti aku tidak tidur saat itu. 
Alarm HP berbunyi tepat pukul 04.00, sholat subuh dan lekas berkemas untuk segera bergegas Mengejar Jingga di atas sana (Top of Penanggungan).

Jalur pendakian menuju puncak didominasi batu-batu besar. Kali ini benar-benar mendaki. Saat JINGGA mulai sedikit demi sedikit menampakkan binarnya, tampak sekitar jalur pendakian berupa ilalang sisa-sisa kebakaran. Penanggungan menghitam. Anggin yang bertiup menerbangkan pasir-pasir di sela bebatuan besar dan sisa kebakaran benar-benar mengganggu penglihatan. Perih.

Sehabis subuh dengan dingin yang masih menggigit kami memulai tracking kembali. Belum jauh meninggalkan lapangan kami berdua sudah asyik disibukkan dengan kamera masing-masing. Memutar badan kami 180 derajat dan melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan. Tampak di sana barisan Gunung Arjuna dan Welirang yang gagah walau masih tertutup selambu kabut. Yang membuat pemandangan ini menjadi cantik adalah hiasan lampu-lampu kota yang nampak sebagai titik-titik kecil bercahaya menyebar diantara kabut-kabut yang menutupinya. Subhanallaaaahh..!!! Aku sibuk me-nyetting kamera agar dapat menangkap gambar itu. 


#LampuKota

Sembari me-nyetting kamera kami tetap melangkah perlahan tapi pasti melanjutkan perjalanan. Sesekali kami masih asyik menangkap pemandangan-pemandangan cantik di belakang kami. Siluet jingga itu..kami tidak ingin melewatkannya. Kabut yang sebelumnya menutup kota dan Gunung di depan sana perlahan memudar dan samar-samar tampak hijau di mata kami.

"Menikmati (terbit) matahari tidak dengan cara menunggu. Melainkan dikejar!!" #MengejarJingga

Siluet jingga yang makin lama makin nyata terangnya menyadarkan aku sudah mengulur banyak waktu saat itu. Puncak rasanya tak kunjung menampakkan keberadaannya. Boleh jadi pemandangan di belakang kita sangat indah sebagai penawar lelah, tapi jalan yang kami tapak semakin terjal dan berat. Bebatuan besar-besar sering kita jumpai saat ini dan puncak belum juga nampak. "Oke..puncak tinggal sak rokok'an maneh reeekk..SEMANGAT!!" pikir kami. Eh..sudah ada beberapa pendaki yang tadi kita jumpai saat summit attack malah sudah turun dari atas sana. Yaa..sembari menyemangati kami. Hingga akhirnya aku melihat lahan luag berbatu di depan mata dengan banyak manusia di sana. Aaaahh....Puncaaakkk!! "Ayoo..mbaaakk..kita segera bergabung di sanaaaa,,," ^_^

1 jam 30 menit akhirnya kami Sampai di puncak, matahari sudah agak menguning. Aku sempat berpose di sini. Hidup cuma sekali, gaya dikit boleh kan yaaa....hehehehe...

#Yes! I'am!

Oiaa..kami juga sempat di ajak seorang mbak untuk upacara. Kami menolaknya dengan halus. Kami pun mengarah kekerumunan orang-orang yang sudah berbaris rapi layaknya upacara bendera. Banyak peserta mengenakan seragam pramuka dan segala atributnya. Kami memilih menjadi juru foto saat itu. Beberapa saat tersadar oleh isi sambutan Pembina Upacara saat itu jikaaa...upacara saat itu merupakan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Olalalaaaa...kami berdua tidak menyadari hak tersebut (lupa tanggal saat itu)..huahahahahah....

#Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda #28Nov2012


Setelah "meliput" jalannya upacara, kami sarapan sebentar dengan bekal yang kami bawa kemudian segera turun sebelum panas matahari membuat segalanya menjadi runyam. heheheh...
Kata orang, turun gunung itu lebih mudah daripada saat naik. Otomatis waktu tempuhnya pun lebih singkat. Namun hal itu tidak terjadi padaku saat itu. Medan yang penuh dengan pasir membuatku jatuh berulang kali. Bete sudah pasti. >> hahahah..kayak yang baru pertama naik gunung aja...#payah! Ujung jalan tak segera nampak. Bayang-bayang warung dengan es degan, es teh, es soda gembira tidak mempercepat langkah kakiku, at least selalu membuatku melangkah terus daripada istirahat dengan hati yanng kesal. Hahahahah..Ah...perjalanan yang konyol bagiku saat itu. Kalau diingat-ingat..ah, sungguh lucu. 
Kalau dihitung-hitung waktu tempuh kami saat turun sama dengan saat naik, yaitu 5 jam. Sungguh pengalaman yang seru walau hanya berdua saja, kami, khususnya aku, sangat khusyuk menikmati perjalanan ini. ^_^


#Penawar dahaga #Warung #Soda Gembira ^_^
Oia, perjalanan pulang kami di awali dengan menumpang ojek menuju terminal terdekat. Karena kalau menunggu colt / angkutan desa bakal luamaaa sekali *kami sudah mencobanya =). Sampai di terminal pun harus menunggu angkutan tersebut penuh dulu baru deh berangkat menuju terminal Pandaan. Sampai Pandaan kami sambung dengan bus ekonomi tujuan Surabaya. Apesnya bus yang kami tumpangi saat itu full, jadi dengan badan yang tidak fit plus kantuk yang menggoda, walhasil kami pun terpaksa berdiri. Alhamdulillah perjalanan pulang saat itu lancar jaya ^_^
NB: Kalau mau menggunakan bus patas nampaknya mending turun di bundaran Pandaan situ deh, karna bus patas gak masuk terminal Pandaan deh,

******

Bagiku...Hiking merupakan filosofi hidup, sebuah analogi. Saat kita berada di puncak (atas) kita bisa melihat dengan baik keindahan-keindahan yang ada di bawah sana. Kita bisa melihat lampu kota, hijaunya sawah..
Kalau di kehidupan nyata, pemandangan seperti itu seolah berupa episode hidup yang harus kita lewati sebelum menuju puncak. Saat kita menoleh kebelakang, keberhasilan-keberhasilan melewati masa-masa berat dan susah menjadi suatu keindahan yang wajib kita syukuri. Pencapaian tersebut merupakan hasil perjuangan yang tak bisa lepas dari peran serta banyak pihak. 
Jalan menuju puncak pun tidak selalu mulus. Justru terjal, berat, dan berbatu. Kadang selalu ada lelah dan amarah yang mewarnainya. Namun sesaat jka kita menoleh kebelakang, memperhatikan beberapa tanjakan yang yang berhasil kita lewati, satu per satu keberhasilan itu menjadi penawar, obat, penghibur kalau kita pun mampu melewati jalan terjal yang lain. Adakalanya saat lelah itu kita beristirahat. Namun juga jangan terlalu lama jika kau tak ingin kehilangan beberapa kesempatan. Sama seperti ku yang ingin menikmati jingga di puncak. Aku pun harus mengejar Jingga, berpac dengan waktu sehingga bisa melihat sunrise dengan sempurna. Dan sebelum aku ada di puncak, matahari sudah sempurna menampakkan dirinnya. Aku terlalu sibuk dengan kamera, memperhatikan pemandangan indah di belakang sehingga kehilangan beberapa waktu. Namun lebih baik terlambat daripada kau memutuskan untuk menghentikan langkah kakimu, bukan..?!?

Kata orang turun gunung itu lebih mudah sehingga tidak membutuhkan banyak waktu lama seperti kau naik gunung. Namun hal itu mtidak terjadi padaku saat itu (Fun Hiking-Gn.Penanggungan). Aku yang sudah jatuh berulang kali memilih sangaaaat berhati-hati agar tidak terjatuh lebih sering. Aku jadi tidak yakin dengan langkah kakiku. 
Sama seperti di kehidupan nyata. Adakalanya seorang berada di puncak dan tiba-tiba ia sudah harus berada di bawah. Jika ia tidak siap dengan "kejatuhannya" mungkin ia akan mati. Mati digerogoti berbagai penyakit mental yang membuatnya kehilangan motivasi untuk hidup dan berjuang mengulang kesuksesan. Maka pikiran yang positif pun sangat diperlukan agar kau mampu 'turun' dengan selamat dan memulai memilih puncak mana lagi yang ingin kau daki, memulai kembali perjuangan.

Jadi...HIKING benar-benar perjalanan hati. Saat perlahan kau mulai mendaki meniti jalan, tanyakan pada hati, apa kau sudah berlaku seperti ini di kehidupan nyata?? Fighting spirit menuju puncak, lapang dada saat turun. 
Jika belum, maka kau tak pantas disebut Penakluk/Pejuang/Pecinta Alam Sejati. Karena kau belum mampu menaklukan diri sendiri, belum mampu menghadapi hidup, dunia dengan (hati) berani.
Karena gunung merupakan replika hidup. Kehidupan nyata sesungguhnya yang saat ini tengah kau hadapi, di depan matamu, di detik ini...walau berat dan terjal, namun semua akan menjadi sesuatu yang indah. Pasti.




Rabu, 24 Oktober 2012

Resensi Buku : AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG



Awalnya tergoda untuk membaca novel karya Tere-Liye ini. Account-nya di salah satu sosmed sering di-share oleh pengguna sosmed yang lain. Penggalan kata-katanya tak jarang dikutip di media lain. Jadilah penasaran. Ingin beli novelnya, apa daya terkendala budget. Bersyukur saat berkunjung ke Perpustakaan Kota aku menemukan salah satu karyanya “Ayahku (Bukan) Pembohong”.
*****

Cerita diawali dengan setting percakapan seorang kakek dengan kedua cucunya, Zas dan Qon yang selalu tertarik dengan cerita-cerita petualang yang dilakukan sang kakek semasa mudanya. Dam, anak kandung si kakek sekaligus ayah dari Zas dan Qon, awalnya keberatan atas usul istrinya, Taani, mengajak ayahnya tinggal satu atap dengan mereka. Dam tidak menyukai dan kurang setuju dengan kegiatan ayahnya, menceritakan petualang seru dan dahsyat yang  dilakukan ayahnya kepada kedua anaknya. Dam menaruh kekhawatiran atas hal tersebut. Ketidaksukaan Dam terhadap ayahnya dipicu oleh kejadian memilukan dimana saat itu menjadi hari kepergian sang Ibu selamanya. Namun jauh dari lubuk hati Dam, cerita-cerita itulah yang menjadi pelajaran hidup dan semangatnya, sumber inspirasi atas karirnya sebagai Arsitek sukses, dan yang membuat ia dikagumi hampir seluruh warga di kotanya.
Semua warga kota mengenal ayah Dam sebagai sosok yang santun, sederhana, dan jujur tapi tidak bagi Dam. Tapi bagi Dam, ia yang tahu persis siapa ayahnya. Dam yang tahu bahwa ayahnya hanyalah seorang pembohong dengan segala cerita-ceritanya. Suatu saat apa yang dilakukan kedua anaknya, Zas dan Qon, membuatnya terpaksa mengusir Ayahnya dari rumah. Satu cerita menjadi cerita penutup dan terakhir yang diceritakan Ayah kepada Dam.  Hingga suatu pagi, Dam menyadari bahwa ayahnya bukan pembohong.
Aku menyukai novel ini karena Tere-Liye menyampaikan banyak sekali kisah hidup yang menuai banyak makna. Bagaimana Tere-Liye mencoba melakukan pendekatan tertentu dalam hal mendidik anak. Ia melakukannya melalui petualangan dan perjalanan kakek, ayah Dam, bersama dengan Sang Kapten yang gigih berjuang, atau dengan si Raja Tidur, seorang Hakim Agung yang adil dan bijak. Cerita petualangan kakek paling akhir menjadi cerita sarat makna tentang kebahagiaan hidup.
Banyak cara yang dilakukan orang tua di dunia ini dalam mendidik anaknya. Salah satunya seperti yang dilakukan ayah Dam saat Dam masih kecil dengan menceritakan semua petualangannya semasa muda. Akibat cerita itu, Dam gigih menjadi atlit renang di klubnya dan menjadi juara. Ia menjadi arsitek handal dan sukses. Dam dikenal dan disukai semua warga kota, sama seperti ayahnya. Dam juga tahu apakah selama 20 tahun ini almarhum Ibunya telah hidup bahagia atau tidak.
Tidak peduli itu cerita bohong atau tidak, anggap saja seperti tengah membaca sebuah buku dongeng atau menonton film-film fiksi. Karena cerita-cerita tersebut telah mampu menjadi pegangan saat kita melangkahkan kaki menjalankan tiap-tiap episode hidup kita. Semua certa membawa makna dan seperrti itulah seharusnya kita hidup.

Nice Book!!
Ingin membaca novel Tere-Liye yang lainnya. ^_^


#Novel #Tere-Liye #Awesome
" Untuk membuat hati kita lapang dan dalam, tidak cukup dengan membaca novel, membaca buku-buku, mendengar petuah, nasihat, atau ceramah. Para sufi dan orang-orang berbahagia di dunia ini harus bekerja keras, membangun benteng, menjauh dari dunia, melatoh hati siang dan malam. Hidup sederhana, apa adanya adalah jalan tercepat melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan hari ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan ketika kita bisa berdiri dengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan sekitar, bersama keluarga tercinta " #Epilog #Tere-Liye #Ayahku (Bukan) Pembohong

Selasa, 26 Juni 2012

RUMAH tempatmu kembali

"ingat, puncak adalah tujuan EKSPEDISI. tapi tujuan utamanya adalah kembali pulang ke rumah dg sehat dan selamat" by Mas Punto

Kalimat itu diucapkan oleh mas Punto, salah satu senior saya di Smalapala saat dilaksanakannya Upacara Pemberangkatan Ekspedisi Smalapala 2012 (Tebing Siung, Gunung Slamet, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro). Aura-aura heroik aku rasakan saat itu, waktu aku juga berdiri di barisan Senior dan melihat para atlit-atlit ekspedisi yang notabene masih usia SMA itu dengan gagah dan dada yang dibusungkan siap untuk menempa mental. 
Hmm...tapi lebih dari itu makna yang aku serap dari pernyataan mas Punto.
Intinya...dalam hidup kamu pasti sudah punya tujuan, target, cita-cita, harapan, mimpi yang ingin kau capai dan wujudkan. Entah kau berada di PUNCAK manapun nantinya (Puncak kesuksesan dalam karir mungkin), ingat bahwa itu bukanlah tujuan utama mu. Karena tujuan yang sebenarnya adalah KEMBALI PULANG KE RUMAH DENGAN SEHAT DAN SELAMAT. Karena ada keluarga yang menanti mmu di rumah. Yang mengharapkan kau kembali dengan sehat dan selamat.
Sejauh apapun kau pergi...setinggi apapun puncak yang kau gapai...ingat lah untuk PULANG KE RUMAH.


Sejauh apapun kau pergi, di puncak manapun kau berdiri, ingat ada keluarga di rumah yg menantimu pulang dg sehat&selamat. #inspirasiMasPunto


Mas Punto #Senoir #Smalapala #UpacaraPemberangkatan #Ekspedisi2012

Selasa, 19 Juni 2012

"ketika kau LETIH dlm mlakukan KEBAIKAN maka sungguh keletihan akan sgera SIRNA dan kebaikannya ABADI.

namun ketika kau merasa BAHAGIA melakukan DOSA dan MAKSIAT, ketahuilah bahwa KEBAHAGIAANNYA akn sgera SIRNA sedangkn dosa dan kemaksiatannya akan ABADI"

(ali bin abi thalib)

#Quote

secepat apapun, 
sejauh apapun, 
seserius apapun berlari, 
tapi kalau arahnya salah, itu sama saja mimpi buruk. sangat buruk! 

walaupun hanya merangkak, 
asalkan arahnya benar,
maka itu jauh lebih baik daripada berlari dg arah yg salah.
Berlari dg arah yg benar, itulah yg terbaik.

#Ippho'Right'Santosa

Sabtu, 02 Juni 2012

(mencoba) Flashback

Kapan hari *errr kapan yaaa* ada teman ibuk bertamu. Saat tengah (sibuk) menyiapkan minuman di dapur, dengan sengaja aku menguping pembicaraan mereka (ibu dan si teman). Topiknya bisa dibilang seputar kelulusan sekolah, maklum lagi ada pengumuman kelulusan UN niy. 

ibu : "ah..temannya Nia itu, pas SMA, peraih NEM tertinggi. tapi gak tembus SPMB. Malah masuk di  D3..."

Itu perkataan yang sempat dilontarkan ibu dan sempat kudengar juga. Berkaca pada diri sendiri dan sampailah pada suatu renungan....

Saya Promptia Nastitimukti. Sempat 4 tahun belajar di SD Menanggal 601 Surabaya. Gedung sekolahnya besar. Aktif di beberapa kegiatan sekolah waktu itu, mungkin sejak TK kali ya. Tahun 1998 (kalo gak salah) saya mengenyam pendidikan kelas 5 dan 6 di SDN IV Patokan Situbondo. Katanya siy sekolah ini adalah favorit dan patut diperhitungkan prestasi akademiknya. 


Lulus SD saya melanjutkan sekolah di SMPN 1 Lumajang selama 2 tahun. Bermodalkan nilai UN yang pas-pasan adalah suatu keberuntungan juga bisa sekolah di tempat favorit, lagi. Kelas 3 SMP saya kembali ke kota asal yaitu Surabaya tepatnya bersekolah di SMPN 6 Surabaya dan termasuk sekolah favorit juga di kota ini, *alhamdulilllah yaaa...


Lulus SMP ternyata masih ada test masuk untuk bisa bersekolah di SMA berdasarkan pilihan sendiri. Kalau dilihat dari nilai UN SMP siy nilai saya lebih dari cukup lah, hehehe..dan memberanikan diri ikut test masuk dengan rayon pilihan SMAN 5, SMAN 6 Surabaya setelah maju mundur menetapkan rayon tersebut hingga akhirnya fix untuk dikumpulkan kepada panitia. Test berlangsung, menunggu pengumuman, hari pengumuman. Saya ingaaaattt sekali SMAN 5 Surabaya lagi ramai-ramainya dengan mereka yang mau melihat hasil pengumuman. Saya telusuri papan pengumuman yang penuh sesak, mencoba mencari nama saya dari urutan pertama lembar pengumuman yang tertempel di situ. Setelah mata ini mencari hingga sampai pada halaman entah keberapa tak kunjung juan saya dapatkan nama itu *berpikir untuk segera berangkat ke SMAN 6 Sby*. Lembar halaman pengumuman belum habis saya patengin. Kali ini saya mulai dari urutan paling bawah. Tidak menunggu waktu lama saya pun mendapatkan nama PROMPTIA NASTITIMUKTI tercantum di lembar pengumuman itu...HUUUAAAAHHH!! Akhirnya dapat sekolah juga yaa..SEKOLAH FAVORIT lagi. ^^

Kehidupan akademik saya di Smala tak nampak mulus. Emm, bahkan mungkin buruk kali ya karna membandingkannya dengan apa yang didapat teman sekelas. Wah, mereka brilian-brilian. Joooss!! pintarnya. Pertama kali juga saya mendapat nilai 5 di rapor untuk matpel Matematika. Jangan bertanya untuk nilai MIPA yg lain, karna gak jauh beda. Minder?!? sudah pasti lah. Di saat yang lain mulai sibuk dengan bimbelnya, saya malah ennjoy dengan kegiatan ekskul. PasQ-V, smalapala...haaahh, dua kegiatan itu adalah nafas saya. Nilai akademik pun tidak ada perbaikan. Banyak ditegur sana-sini tapi saya tidak menghiraukan. Orang tua juga tidak mempercayakan anaknya untuk ambil les tuh. Hingga akhirnya nilai saya tidak cukup untuk masuk IPA, dan berakhirlah saya di kelas IPS. Saya...masih enjoy menjalankan kehidupan di Smala. Kegiatan di dua ekskul membuat saya lebih dekat dengan mereka daripada dengan banyak teman sekelas saya selam 2 tahun awal. Lulus SMA dengan nilai seadanya. Saatnya mencari PTN dengan ikut SPMB. Ikut les intensif persiapan SPMB mengantarkan saya kuliah di Unair dengan jurusan Ekonomi Pembangunan. 

Kehidupan perkuliahan saya cukup menyenangkan. Masih aktif dengan kegiatan HIMA dan lulus tepat 4 tahun dengan IPK 3,59 alias cumlaude. Hahaha..Yah, kuliah saya ternyata berjalan cukup lancar. Walau saat ini, di level ini, ada beberapa hal yang aku sesalkan ketika saya masih duduk di bangku kuliah.

Sampai saat ini, kalau diruntut lagi dari awal, kehidupan akademik saya asyik-asyik aja yaaa..Bahkan mungkin bisa dibanggakan lah karena masuk di sekolah-sekolah favorit dan lulus dengan predikat CUMLAUDE. Hehehe..Tapi tida setelah itu.
Sampai sekarang aku masih di rumah. Belum berjodoh dengan pekerjaan mana pun. Sempat siy kerja, kalau dihitung cuma 10 bulan karena kemudian memilih resign.

Sekolah di tempat favorit, punya nilai kelulusan yang baik bukan jaminan masa depan lancar jaya dan baik. Semua itu tergantung pada proses.
Orang selalu melihat hasil. Yang jadi penilaian pasti hasilnya, bukan prosesnya. Menyakitkan juga siy. Saat tahu mereka yang biasa-biasa saja (jika dibandingkan dengan latar belakang saya) sudah berada pada level hidup sedemikian rupa. Sedang saya seolah masih berjalan di tempat.
Ah, sekali lagi memang bukan hasil.
Tergantung proses. Proses ituuu..dimana di tengah jalan kamu bisa memanfaatkan segala kesempatan yang ada. Bagaimana kamu bisa belajar dimana pun tempat itu kau pijak. Hingga tiba-tiba kau mendapatkan apa yang selama ini kau cari. Proses ituuu....yang akan mengantarkan kamu ke pintu kesuksesan andai kau tau cara mengolah hal-hal yang ada di sekelilingmu. Tidak mudah memang. Bahkan saya akui itu sangaaaaattt...sangatlah susah. Ah, kalau  gitu buat apa ada Allah yang selalu siap sedia membantumu, mengarahkanmu...tergantung mau kah kau menjemput pertolonganmu itu...

Menjemput pertolongan?? Caranya??
Berusaha dan bekerja keras atas suatu impian. Itu pentiiiingng skali!!
Setelah itu baru berdoa. Cara agar doa cepat terkabul?? berdoalah pada waktu-waktu yang diijabah Allah. Contoh setelah sholat fardhu, di sepertiga malam. Mau lebih cepat diijabah lagi?? lakukan sunnah-sunnah yang dianjurkan seperti puasa Senin dan Kamis, sedekah. Yang jelas istiqomah lah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi semua larangan Nya. 


to be continue...


05 Agustus 2012

Paragraf terakhir saya...apa yaa..gak ngena bangetlah. Sok ber-ustadzah gitu.Tapi tidak akan saya hapus. Biar kan begitu. Biarkan mengalir apaadanya seperti apa yang saya pikirkan saat itu, detik itu, kemudian saya tulis di sini.

Jadi kesimpulannya,
Bahwasannya kesuksesan itu tidak ditentukan dari posisi/tempat dimana kamu (pernah) berdiri. Sekalipun kamu adalah lulusan SMALA (yang katanya sekolah unggulan favorit), hal tersebut tidak menjamin kesuksesan dalam hidup kamu. Sekalipun kamu lulusan Havard University di luar sonoooo..nope! bukan karena hal tersebut.
Laluapa dong??
Menurut saya kesuksesan itu ya ditentukan dari sikap dan tindakan yang kamu ambil saat ini. 
"Sikap dan tindakan yang kamu lakukan hari ini menentukan kesuksesan mu esok" #quote.
Saat kamu tahu apa definisi kesuksesan dalam hidup kamu, saat kamu tahu hal-ha lapa yang ingin kau capai dalam sisa umur mu, maka dengan begitu kamu (seharusnya) bisa menentukan sikap dan tindakan apa yang sebaiknya kau pilih dan lakukan. Jika kau masih belum tahu *hhuufftthh* alias bimbang alias galau...berdoalah. Mohonlah petunjuk pada Dia yang Maha. Mintalah, mendekat padaNya. Dia tidak akan meninggalkan mu seorang diri andai kau pun menganggap Dia ada.

akhir kata,


Jumat, 20 April 2012

Dont be afraid!! Let's HIKING!! ^^

mencoba me-repost (baca: copast) kata-kata Rudy Hermawan a.k.a Cak Bun-senior SMALAPALA

"Keep fighting...keep smiling guys
Unas gak beda ama naik gunung, setelah kita mencapai puncaknya kita akan turun meninggalkannya dan mecari pucak2 lain untuk didaki dan mencapai puncaknya. Jadi tidak ada yg perlu ditakutkan selain ketakutan kita sendiri. Siap!!! Hajar!!!"

Good posted,, hmm, mencerna kata-kata beliau, hal tersebut tidak hanya berlaku dalam kehidupan per-UNAS-an kan?? semua level kehidupan, i think. Karena hidup ini juga tidak jauh dari yang namanya ujian. Yup, ujian hidup. Entah saat itu kita sedang bahagia atau susah, ketahuilah sebenarnya itu adalah proses dari ujian hidup. Di saat kita bahagia, sebenarnya kita sedang di uji. Apakah di saat bahagia itu kita masih ingat bersyukur dan berbagi?? Di saat kita berduka pun, kita sedang di uji kadar iman diri ini. Nah, dari semua itu Allah yang menilai sudah layakkah derajat kita ditinggikan di mataNya,

Seperti yang aku alami akhir-akhir ini. Aku tengah sibuk menata hati. Tengah sibuk menyiapkan mental menghadapi episode hidupku selanjutnya. Jujur, saat sendiri aku jadi sering menitikkan air mata. Sampai-sampai aku menyimpan suatu kekhawatiran bahwa aku belum siap menghadapi semua ini. Perasaanku seperti terjun bebas dari ketinggian...Hufth...perasaan sedih ini jadi ingin aku bawa dan ku kubur dalam-dalam di ketinggian itu.

Mungkin...aku memilih untuk turun gunung saja. Memilih untuk mulai dari start line, mulai dari awal, dari NOL. Bukan karena aku menyerah. Bukaaaann.

Awalnya aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa resign dari tempat kerjaku saat ini. Bukannya aku tidak bersyukur, tapi aku ingin mendaptkan kehidupan yang lebih baik. Toh orang tua juga yang selama ini 'menekan'ku untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Hingga suatu saat, Allah menunjukkan jalan itu. Sangat mudah aku melaluinya. Tidak perlu aku melewati proses yang alot seperti rekan kerjaku yang lalu. Yaa..Allah menunjukkan jalan keluar atas semua dilema untuk akhirnya aku masuk ke dalam MASALAH baru. Masalah apa itu?? ya, tidak lama lagi statusku adalah PENGANGGURAN dan dalam ilmu ekonomi pun pengangguran merupakan salah satu masalah kependudukan yang mengancam tumbuh kembangnya suatu negara (ngomong apa aku ini??).  Ah, tapi aku tidak mau menganggap ini sebagai sebuah masalah. Aku harus KUAT, YAKIN, dan BERANI. Pokoknya HARUS!! Aku anggap ini sebagai tantangan untuk menempa diriku menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi nantinya.

"Sometimes you need to step outside, get some air, and remind yourself of who you are and who you want to be. Let's HIKING! :)" (lagi-lagi rePost, =D)

Nampaknya memang ini yang harus aku lakukan. Memilih untuk turun gunung dan mendapatkan diri untuk meyakini puncak mana yang ingin dicapai dan kembali berjuang untuk mendaki. Hitung-hitung me-refresh kembali naluri ini tentang mimpi, tujuan hidup, dan...jati diri tentunya. Beraaaatt..sungguh berat. Lebih berat daripada makadam street yang aku lalui untuk mencapai puncak Arjuno saat itu. Hahahah..semoga hanya perasaan saja. Karena aku tahu, ketakutan dan pikiran-pikiran negatif itu datangnya dari diri sendiri. Percaya deh dengan ke-MAHA-an Allah. Cukup istiqomah mendekatkan diri padaNya, insyaAllah Ia akan kasih petunjuk dan kemudahan-kemudahan yang lain.

Kamu hanya harus berDOA, IKHTIAR, BERJUANG dan BERJUANG!!
Dont be afraid. God always beside you!!

NOTE: sungguh kehidupan di alam itu hanya sebuah analogi yang bisa kamu pakai dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, hanya ANALOGI. Kehidupan nyatanya ya yang sekarang ada di depan mata kamu. Jadi dengan pengalaman bermain di alam itulah, kamu mampu untuk belajar bijak mengenai hidup dan memaknainya. Seberat apapun itu, aku yakin mentalmu perlahan sudah ditempa dan dididik oleh alam. Say thank's for its ^^



Minggu, 11 Maret 2012

Indonesian Idol 2012 (sebuah perjuangan)

Audisi Indonesian Idol hadir lagi. Entah sudah tahun keberapa ajang Indonesian Idol diadakan. Fakta yang terjadi di luar sana euforia masyarakat terhadap ajang ini masih cukup tinggi. Ini terlihat dari rangkaian roadshow audisi Indonesian Idol yang ditayangkan di salah satu televisi swasta. Melihat masih tingginya animo dan para peserta yang antri untuk ikut audisi, memang Idol ini dari dulu sampai sekarang track recordnya masih baik ya. Padahal jebolan ajang ini menurut saya gak seberapa eksis siy. Coba sebut saja siapa para pemenang Idol yang sampai saat ini masih secara kontinyu bertahan di dunia hiburan khususnya di belantika musik Indonesia. Yah..banyak faktor X yang membuat mereka masih bertahan. ^_^

Di luar sukses gak nya ajang ini melahirkan musisi/penyanyi yang berkualitas, tersimpan banyak cerita lucu dan menarik di balik audisi Idol 2012 ini. Mungkin malah lebih banyak lucunya kali ya..hohoho..sampai ada status update dari wall sebelah kalau Idol 2012 lebih lucu daripada OVJ atau ada yang bilang audisi Idol itu layaknya pertunjukkan lawak saking lucunya. Kalau mau lihat ajang nyanyi nya ya nanti saat udah babak penilaian di jakarta.^_^
Habiiiiss..pesertanya benar-benar unik dan lucu siy. Tapi saya salut dengan mereka. Mereka yang datang dengan segala keterbatasan (disadari atau tidak) yang ada pada dirinya tetap aja nekat alias urat malu nya sudah putua untuk ikutan audisi ini. Dari yang suaranya pas-pasan sampai yang hancur, tampang yang cantik cakap sampai yang gak layak nampang di tv, dandanan yang luar biasa sampai yang aneh..semua ada dan bisa kita saksikan di layar tv. Hal-hal yang unik bin hancur ini yang membuat tayangan audisi ini jadi sebuah pertunjukkan lawak dan mereka...tidak peduli akan hal itu. Mereka tidak peduli kalau suaranya pas-pasan atau malah hancur, tidak peduli kostum mereka yang nyata2 kayak badut atau bahkan ada yang benar2 pakai kostum badut, gak peduli tampang mereka yang pas-pasan padahal kalau mereka (tidak) beruntung ya bakal kena sorot kamera..masuk tv..jadi bahan cemoohan juri dan pemirsa di rumah dengan segala keterbatasan yang mereka punya. Mereka tidak peduli karena mereka yang hadir dan mengikuti ajang tersebut semata karena suatu impian. Modal mereka cukup keyakinan dan mimpi. Persetan dengan hinaan, cemoohan, tawa sinis

Mereka, para peserta yang ikut audisi ini, saya yakin sebagian besar dari mereka datang untuk memperjuangkan mimpi. Mimpi yang seperti apa hanya mereka yang tahu. Hanya mereka yang mampu memahami niat dan merealisasikannya di audisi Indonesian Idol.
My Mom said, "ngapain siy kayak gitu. kasian yaaa..udah datang jauh-jauh, biaya mahal, gak jadi lagi.."
"lalu kenapa??" sambungku
"ya eman-eman..." jawabnya.

Entahah..saya kesal dengan apa yang dikatakan beliau. Apa iya, beliau tidak pernah bermimpi, tidak pernah memperjuangkan mimpinya. Atauuuu...beliau sudah lupa nikmatnya bermimpi dan perjuangan menggapainya...?!?

Inilah hidup.. Bahwasannya kita tak akan dapat hidup tanpa mimpi dan harapan. Adanya mimpi dan harapan yang membuat kita tetap memilih untuk bertahan hidup. Untuk apa?? Untuk mewujudkan mimpi dan harapan tersebut menjadi kenyataan. Bagaimana caranya?? Ya berjuang!! Dengan ikhtiar dan doa, sedekah..Tidak ada yang sia-sia dari perjuangan sebuah mimpi. Gagal, coba lagi. Jatuh, bangun lagi. Persetan dengan biaya yang harus dikeluarkan (untuk biaya tetap harus ada perhitungannya)..tapi jangan di-eman-eman kan..Karena dengan kita mencoba, kita sudah berada pada level hidup yang lebih tinggi lagi. Karena dengan kita mencoba, banyak pelajaran yang bisa kita petik disitu. Ituuuu yang membuat mimpi kita jadi mahal harganya. Bahkan tidak ternilai dengan apapun.
NILAI PERJUANGANNYA!!

Allah yang menilai layak atau tidaknya kita menyandang mimpi kita. Tugas kita hanya bermimpi, meyakini mimpi, dan memperjuangkan mimpi.

Okey All Dreamer!! Let's Go for Fight!!

Sabtu, 10 Maret 2012

Keajaiban Sedekah

SEMANGAT PAGI..!!!
hmm...sebenarnya sudah terlalu siang yak untuk mengucapkan selamat 'pagi'. yaa..anggap saja memang terlampau siang untuk memulai posting kali ini *bukan karena bangun tidur yang kesiangan* ^_^.
Sudah lama juga tidak mampir di blog sendiri untuk posting hal-hal yang menurut saya banyak tidak pentingnya. hohohoho..Maklum blog ini masih compang-camping, hanya bermodalkan ingin menulis saja, menumpahkan segala uneg-uneg. 
Baru-baru ini seorang rekan mengingatkan untuk kembali mencoba menulis. "Menulis itu menyembuhkan looo.." ya, ya, ya...perkataanya memang ada benarnya (karena saya merasakan sendiri khasiatnya setelah menuliskan uneg-uneg saya disini). Hmm...anggap saja saya (memang) belajaran. Belajar menulis secara istiqomah dengan niat ingin mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dialami sehingga bisa emberikan inspirasi kelak. *harapannya siy begitu..hheee....*

Cukup prakatanya. Selanjutnya mulai fokus menulis sesuai dengan judul yang pertama kali mulai saya ketik kali ini. 
KEAJAIBAN SEDEKAH.

buku gratisan (Ippo 'Right' Santosa). Recommanded
Beberapa minggu lalu banyak mendapat buku gratisan nih. Alhamdulillah yaa...Insya Allah bukunya memang manfaat karena dari judulnya saja ini sudah akan menambah wawasan. Sudah hampir dua minggu ini *mungkin* saya sedang membaca buku yang menyinggung masalah rezeki, sedekah, dan ikhlas. Entah itu dari judulnya maupun isinya setelah saya sempat (sedikit) membacanya. Senang membacanya, apalagi buku karya Ippo "Right" Santosa. 

Benar-benar mengubah cara berpikir tentang sedekah, manfaat, dan bagaimana sedekah merupakan salah satu bentuk ikhtiar mengusahakan doa dan keinginan kita terkabul. Yap, kalau kita sering mendengar DOA tanpa IKHTIAR ataupun IKHTIAR tanpa DOA sama saja dengan NOL alias tidak akan berhasil atau di ijabahnya harapan atau keinginan kita. Jadi..ya itu...tambahkan usahanya dengan berSEDEKAH alias membelanjakan harta. Insya Allah rezeki kita dilipatgandakan. Itu sudah janji Allah dan saya sudah pernah membuktikannya. Hmm..lebih dari sekedar rezeki menurut saya. Sedekah juga membawa berkah. Sekalinya bersedekah sebagai salah satu bentuk ikhtiar akan suatu doa dan harapan, maka saya selalu menyelipkan doa-doa tertentu atas sedekah yang saya keluarkan. Doa untuk diri sendiri tentunya karena hal ini tidak boleh sampai kelewatan. Seorang teman pernah menyinggung bahwa tentulah kita dibolehkan mengharap pamrih atas amalan yang kita perbuat, tapi berharaplah pada Gusti Allah, itu saja, Kita tidak dilarang koq mengharap pamrih dariNya, bahkan dianjurkan karena Beliaulah tempat meminta. Dia yang Maha Memberi. Justru saat kau tidak meminta maka kau salah besar karena seolah kau meragukan kehebatanNYA.
Berbicara mengenai Keajaiban Sedekah, saat ini saya mencoba men-share pengalaman saya.
Bulan Agustus, penghujung Ramadhan, hampir 2 bulan saya bekerja (sampai sekarang). Saya sebagai staff kantoran dan di sana juga terdapat (mungkin) 10 buruh pabrik yang memang bekerja untuk memproduksi bataton, produk dari tempat saya bekerja. Masa kerja hampir 2 bulan itu tidak membuat saya berharap dapat dana THR dari tempat kerja. Kepikiran saja tidak, jadi saya hanya ya..hanya punya rasa yang biasa. Hari itu, beberapa hari menjelang libur lebaran, Mr J (bos tempat saya kerja) datang ke kantor dan mulai membagikan yang namanya dana THR. Puji syukur alhamdulillah, ternyata saya pun termasuk penerima THR tersebut. Alhamdulillaaaahhh..Allah sangat sayang pada saya. ^_^ kalau tidak salah saya terima Rp 300.000,- deh. ^_^
Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Biasa...di tempat saya bekerja, masalah duit adalah hal yang sensitiiiiff banget!! Beberapa pihak (saya pikir) iri dengan apa yang saya dapat. Seolah saya yang baru ini sudah dapat THR yang cukup besar dibandingkan mereka. Uh, rasaanya sedih juga saat ada yang tanya nominal yang saya terima (bodohnya saya jawab) dan bilang "mpeyan enak mbak, dapat banya"..hufthh...sediiih..>,<

Beberapa saat kemudian masalah THR semakin panas aja. Gimana gak, lha wong ternyata ada beberapa anak produksi yang dapat THR dengan nominal minim sekali. Bahkan untuk pulang kampung dengan jumlah segitu ya tidak cukuplah, atau mungkin untuk berangkat pun gak bisa. Aaarrgghh!! Suasana seperti itu berlangsung beberapa hari. Intinya mereka menuntut kenaikan THR. Ah, jengah saya dengan kondisi orang-orang sekitar yang masih memperkarakan masalah THR. Nurani saya tergugah saat itu. Apa tidak ada yang bisa saya perbuat. Akhirnya saya memutuskan memberikan jatah THR saya pada mereka. Saya meyakini bahwa sebagian harta yang kita miliki merupakan hak milik orang lain. 
Suatu malam saya pergi ke ATM. Saya ambil uang sebesar Rp 300.000,-. Esoknya saya amplopi dan titipkan pada sesorang di sana untuk dibagikan pada anak produksi yang dapat dana THR dalam jumlah minim. Orang itu menyangka uang tersebut dari Mr. J. Saya gak ambil pusing terhadap anggapan itu. Seorang lagi berkata saya gak perlu kasih uang karena Mr J akan menaikkan jumlah THR mereka. Ya..karena niat saya sedari awal, apapun yang terjadi uang sudah ada di tangan saya bagaimana pun harus disampaikan dong. Malu sama Allah kalau sampai gak jadi, hhee...siapa tahu itu membantu lebaran merekan kan..*amiiiinnn....*
Sampai di hari itu, gak ada yang tau saya dapat THR dan saya berikan THR tersebut kepada orang lain, termasuk orang tua saya. Prinsipnya kalau berbuat baik buat apa diceritakan siy..jatuhnya nanti riya' hehehe..kalau saya posting saat ini kan hanya bentuk sharing aja..hohoho..
Lebaran tiba. Saya pun kembali mengunjungi kota Tegal tempat keluarga ibu saya berkumpul. Hari itu, saat tiba acara nyekar ke makam eyang-eyang kami tiba-tiba saja salah satu Om memberikan sejumlah uang kepada saya dan kakak adik saya. Saya sempat menolak tapi karena 'dipaksa' ya mau gimana lagi, hhee....dan tau kah, setelah saya hitung, saya menerima uang 'THR' sejumlah Rp 600.000,- . Persis dua kali lipat dari uang yang berikan kepada anak-anak produksi waktu itu.^_^ Ajaib kan..Alhamdulillah kan...

Ada lagi...

Suatu pagi di tempat kerja, seperti biasa saya mulai sibuk dengan komputer yang ada di depan mata. Waktu bergulir dengan beberapa percakapan, kegiatan, dan 2 orang yang datang ke tempat kerja. Hingga saya menyadari HP nokia kesayangan saya raib dari tempat semula. *huhuhu..HP penuh kenangan ituuuu T_T * Akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa HP saya ada yang ambil. wew...HP saya hilang sodara-sodara. Walaupun numb gak ilang tapi sama aja, karena semua phonebook dan segala kenangan manis menghilang bersama raibnya HP tersebut. Baru terasa kehilangan ya pas besoknya. huhuhuhu...hmpfh, mau gimana lagi. Terpaksa selanjutnya saya pakai HP adik saya yang...hampir selalu membuat emosi. Uhh, kapan bisa beli HP baru nih. Pikirku gitu. BB ato android yaaa...hmm...

Waktu itu, menjelang tahun baru. Saudara dari Jakarta datang berniat tahun baru-an di Malang. Jadilah kami sekeluarga menikmati libur tahun baru di Malang. Sesaat sebelum meninggalkan cottage tempat saudara menginap, saya kembali 'dipaksa' menerima THR tahun baruan sebesar Rp 900.000,- (harusnya siy 1jt ya, hmm..mungkin salah itung tuh =D ). Walhasil selang beberapa hari saya memutuskan beli HP baruuuu..hohoho...Kesimpulannya saya dapat tambahan dana untuk beli HP baru. Saya pun merenung, mungkin orang yang dulu ambil HP saya lagi butuh uang kali yaaa...Dan karena saya jarang sedekah maka saya anggap itu (terpaksa) sedekah. Seiring berjalan waktu saya ikhlas atas kehilangan tersebut, ^_^

Nah, itu kisah saya tentang KEAJAIBAN SEDEKAH yang saya sadari bahwa memang sedekah hasil dan prosesnya sungguh-sungguh ajaib. Tanpa diduga. Gak usah ditunggu hasilnya kapan dan seperti apa bentuknya (walau kita ada pamrih disitu semata karna Allah), percaya de Allah akan membalasnya sesuai yang kita BUTUH-kan bukan yang kita INGIN-kan. Keep positif thinking aja atas kehendak dan ketentuan Allah. Tapi ya itu..jangan pernah berhenti meminta (DOA), karena disitulah jalan penghubung antara kau dan DIA.

Oia, baru-baru ini saya juga kembali bersedekah. Ada anak produksi yang baru saja memiliki anak pertama dan sayangnya si baby lagi ada kelainan. Ah, dana yang saya berikan sedikit tapi saya berharap akan banyak membantu perawatan baby-nya.
Saya juga menaruh pada harap pada Gusti Allah. Terselip doa saat saya bersedekah agar saya segera men dapat pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Amiiiinnn...^_^

Kamis, 22 Desember 2011

REZEKI TAK SEKEDAR MATERI

Bahwasannya rezeki itu bukan semata berupa rupiah, dollar, ataupun nilai mata uang asing lainnya. Bukan semata  sebongkah emas, segunung intan berlian, mobil, rumah, atau materi lainnya.
Andai engkau lebih menyadari kembali rezeki dan nikmat Allah selalu sampai di tangan kita setiap hari, setiap jam, setiap menit. Ia tak nyata, tak berwujud. Karna hanya orang-orang yang ikhlas dan pandai bersyukurlah yang menyadari keberadaannya.
Bahwasannya rezeki itu adalah... 

KELUARGA ataupun SAHABAT. Mereka yang menguatkanmu dengan kasih sayang dan mau menerima mu apa adanya.

KESEHATAN. Ia yang membuatmu untuk tetap terus beraktifitas. Melakukan apa yang ingin engkau lakukan demi harapan, cita-cita, dan doamu.

INSPIRASI, KEPEDULIAN. Ia yang membuatmu menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang berarti hidupnya untuk manusia lain di muka bumi ini. Karena manusia yang satu tidak akan bisa hidup tanpa manusia yang lainnya.

KETENANGAN BATIN. Saat stres melanda, kejenuhan, rumitnya berbagai masalah hidup...Jika engkau meminta padaNYA maka Allah pun menghampirimu dan membelaimu dengan lembut, seolah berkata "Everything is gonna be OK!!" maka apalagi yang kau takutkan?? "Cukuplah Allah sebagai penolongku, karna Allah lah sebaik-baiknya pelindungku"

KESEMPATAN HIDUP. Inilah rezeki Allah yang tiada terkira jumlahnya. Banyak hal yang bisa kau lakukan karenanya. HIKMAH HIDUP yang membuat mu lebih banyak belajar akan berbagai hal. Hingga akhirnya engkau pun menyadari sungguh Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-hambaNya. Sungguh Allah tidak akan pernah ingkar janji kepada hamba-hambaNYA. Janji Allah lebih pasti daripada matahari terbit. *kutipan.

Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan???

Sabtu, 03 Desember 2011

TEORI KEBUTUHAN

Sore yang hangat. Hari itu seperti biasa, Nasrudin keluar rumah dan ia bertemu dengan hakim kota. Lalu layaknya dua orang cendekiawan, mereka berdua berbincang-bincang tentang sesuatu yang agak filosofis. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Dan itulah yang ingin ditunjukkan oleh Nasrudin.

Hakim memulai perbincangan.
"...seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika..."

Nasrudin menukas,
"Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukumlah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."

Hakim mencoba bertaktik,
"Tapi coba sekarang kita lihat cendekiawan seperti anda. Kalau anda dihadapkan pada dua pilihan, anda akan memilih kekayaan atau kebijaksanaan?"

Nasrudin menjawab seketika, "Tentu saya memilih kekayaan."

Hakim membalas sinis, " Hmm..memalukan sekali. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan anda memilih kekayaan dibandingkan kebijaksanaan?"

Nasrudin balik bertanya, "Kalau pilihan anda sendiri?"

Hakim menjawab tegas, "tentu saya memilih kebijaksanaan."

Dan Nasrudin pun menutup pembicaraan itu tanpa terbantahkan,
"Nah, terbukti sekali lagi. Ternyata orang-orang memang selalu memilih sesuatu yang belum dimilikinya." ^_^

(majalah NH edisi 94)

Jumat, 25 November 2011

SEMERU, Sebuah Obsesi, Mimpi, Cita-Cita, dan Doa

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.http://id.wikipedia.org/wiki/Semeru.


Itulah pratinjau mengenai Gunung Semeru yang dapat kita googling lewat website wikipedia. Nama Gunung Semeru sendiri tidak terlalu 'wah' di telinga saya, sekalipun saya bergabung di ekskul pecinta alam saat bangku SMA. Saya mulai benar-benar ingin mengenalnya sejak saya membaca novel 5cm karya Donny Dirganthoro. Entah mengapa novel ini benar-benar mampu menghipnotis saya dengan gaya bahasa dan penceritaannya. Absolutely, perjalanan kelima sahabat tersebut menuju puncak MAHAMERU. Saya tidak akan menceritakan isi novel Best Seller ini (karena lebih afdol jika anda membacanya sendiri ^^,).

Membaca novel ini memberikan dampak kurang waras terhadap diri saya. Saya menjadi terobsesi mencicipi perjalanan hati menuju puncak Semeru yaitu MAHAMERU. Entah mengapa, saya sangat-sangat ingin menjejakkan kaki disana, walau rasanya itu sangat sulit mengingat kondisi fisik saya dihadapkan dengan apa yang akan saya lewati nantinya. 3676mdpl...oww, meeenn!! So hard!! Hahaha....sudah tidak pernah jogging maupun latihan fisik. Diawali dengan pemanasan berupa pendakian menuju Gunung Penanggungan 1653mdpl. (yaa...saya anggap pemanasan walau rencana mendaki Gn. Semeru belum terlintas di benak saya). Itu sudah cukup membuat mental dan fisik saya ciut untuk sampai ke puncak Penanggungan. Selang beberapa lama setelah itu, saya memaksa diri menuju Gn. Arjuno dan Gn. Welirang. Sungguh perjalanan yang bodoh menurut saya. Saya sudah cukup payah dengan pendakian Gn. Arjuno yang memakan waktu 3 hari 2 malam tanpa Gn. Welirang. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya saya memaksa diri mendaki Gn. Semeru??? hohohoho....

Pengalaman mendaki dua gunung (Penanggungan dan Arjuno) benar-benar membuat saya berpikir 1000 kali melanjutkan obsesi menuju Gn. Semeru. Obsesi saya masih ada dengan target bermalam di Ranu Kumbolo. Sebuah danau yang terletak di kaki gunung Semeru. Pesonanya sungguh luar biasa. Saya jatuh cinta dengannya. Kalau di-googling, gambar tentang Ranu Kumbolo sungguh luar biasa. Apalagi beberapa teman berhasil mengabadikan tempat ini dengan kamera DSLR nya. 

untuk sementara gambar saya googling aja ya..^_^
Sudah banyak teman yang mengajak saya bermalam ditempat ini, hihihi,,,sudah banyak teman yang mengajak saya menghirup udara pagi di tanah tertinggi di Pulau Jawa ini, dan sudah banyak kali aku menolak tawaran-tawaran itu. T_T. Sediiiihh banget melewatkan kesempatan-kesempatan itu. Ditambah perjalanan teman-teman dekat yang sudah berhasil mewujudkan obsesiku *ironis!
Mengapa saya sangat terobsesi dengan Mahameru-nya Gunung Semeru??? 
Saya....ingin sekali merasakan perjalanan hati bersama rekan-rekan sahabat. Saya ingin sekali menjalin keakraban yang lebih hangat lagi bersama mereka. Saya ingin sekali merasakan berbagi supermi instant dalam satu atau dua nesting, hahaha...Saya ingin sekali berbagi ruang tidur seraya kehangatan yang menyeruak di situ. Saya ingin berbagi canda tawa, cerita konyol, curhatan tidak penting, keluh kesah di tanah paling tinggi di Pulau Jawa. Saya ingin sekali memiliki suatu pengalaman luar biasa yang saya dapat bersama mereka. Saya...ingin sekaliiiiii merasakan semua ituuuu.....Saya...ingiiiin sekali diberi kesempatan itu bersama mereka...Bukan karena gagah-gagahan dengan menunjukkan dokumentasi-dokumentasi yang ada nanti. Bukan...tapi lebih dengan bagaimana proses yang kita lewati selama pendakian, bagaimana kami mempunyai cerita luar biasa yang kelak akan kita sampaikan kepada anak cucu kita bahwa alam Indonesia sungguh Maha Indah, bahwa kita mampu menaklukan akal pikiran yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahwa alam mengajarkan kita untuk saling berbagi, bahwa apa yang diajarkan alam seolah tidak benar-benar nyata andai tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari atau realita hidup sebenarnya....Sebuah perjalanan hati...
Dan saya...disini masih menyimpan obsesi tersebut. Saya tau yang saya pikirkan adalah saya memang tidak mampu menggapainya (MAHAMERU) mengingat pendakian saya sebelumnya menuju Gn Penanggungan dan Gn.Arjuno...Tapi saya ingin belajar berjalan disana. Mereka bisa, mengapa saya tidak???

Karena Semeru....Sebuah perjalanan hati...
Sebuah obsesi...
Sebuah mimpi, cita-cita, dan doa....
Semoga terlaksana....AGUSTUS 2012...
Ammiiinnnn.....


Gunung Semeru