Pages

Selasa, 19 Juni 2012

#Quote

secepat apapun, 
sejauh apapun, 
seserius apapun berlari, 
tapi kalau arahnya salah, itu sama saja mimpi buruk. sangat buruk! 

walaupun hanya merangkak, 
asalkan arahnya benar,
maka itu jauh lebih baik daripada berlari dg arah yg salah.
Berlari dg arah yg benar, itulah yg terbaik.

#Ippho'Right'Santosa

Senin, 18 Juni 2012

PARENTING : Mental juara dan Fighting Spirit

Bismillah,
Mungkin...kali ini topiknya tentang PARENTING kali ya...Awal mulanya kepikiran tentang topik ini hingga akhirnya aku tuliskan di sini akibat Minggu sore kemarin melihat pertandingan bulutangkis Indonesia Open dengan Simon Santoso sebagai juara pertama Single putra *koq jadi bahas Indonesia Open...hehehehe...

Minggu sore itu merupakan pertandingan Indonesia Open babak final dengan meloloskan Simon Santoso dan pasangan Ahmad Tontowi/Lilyana Natsir untuk ganda campuran. Begitulah bulutangkis Indonesia, selalu menyuguhkan pertandingan mendebarkan demi nama baik negara. Indonesia yang notabene masih mendapatkan julukan macan bulutangkis ini masih mempertaruhkan harga dirinya di kancah per-bulutangkis-an dunia. Kejar-mengejar point menjadi tontonan sengit yang mendebarkan bagi bangsa Indonesia, tidak terkecuali aku, bapak, dan ibu di rumah. Gilaaa!! Pemain Indonesia kita sampai jatuh bangun mengejar point. Aku..sampai berteriak histeris atas ini semua. Demi apa?? Demi Indonesia dong..^^
Tapi ada satu hal yang mengganggu suasana menonton pertandingan. Tak lain dan tak bukan adalah...IBU ku.


Hal ini terjadi di pertandingan milik Simon Santoso (melawan China) dan Akhmad Tontowi/Lilyana Natsir (melawan Thailand). Detik itu point Indonesia tertinggal jauh dari lawan. Dan kau tahu apa yang diucap ibuku??
"Haduuuhh...gak usah dilihat deh. Kasihan. Kalah ini Indonesia"
"Udah deh..ganti aja, ganti..Kalah ini..."

Aku yang denger komentar dan respon itu jelas sangat keki, kesal..
Bagaimana gak senewen coba?? Di saat pahlawan-pahlawan bangsa tengah berjuang, saat mereka terus mencoba membangun harapan (walaupun mungkin kecil) di sela-sela cucuran keringat, jatuh bangunnya mereka, koq ya ada yang pesimis. Mereka saja masih optimis, kenapa kita yang bukan pelaku langsung harus pesimiiiiss??? Hah???

Hal-hal seperti ini jadi membuatku berpikir kembali mengenai arti sebuah perjuangan, cita-cita, harapan, mimpi, kerja keras, keringat, jatuh bangun, OPTIMIS!!
Aku gak mau kelak anak-anakku selalu dihantui rasa PESIMIS sebelum ia selesai bertanding. Aku gak mau mereka enggan memperjuangkan mimpi-mimpinya, kalah sebelum bertanding. Aku mau anak-anakku kelak punya MENTAL JUARA dan MAU BERJUANG. OPTIMIS,,itu harus!!

Dan muncullah pertanyaan berikutnya:
Bagaimana menumbuhkan MENTAL JUARA dan FIGHTING SPIRIT pada anak-anak sejak usia dini??

Hmm...memberi pemahaman akan suatu hal kepada anak-anak kecil itu susah looo..karena di usia mereka ini daya tangkapnya kan terbatas. Mereka hanya tahu bermain dan bersenang-senang. hehehe..  Jadi, mungkin yang dibutuhkan agar materi yang disampaikan bisa diterima adalah dengan komunikasi yang tepat. 
Komunikasi juga tidak hanya dilakukan dengan berbicara saja, tapi bisa dibarengin dengan beberapa treatment atau bisa dikatakan praktek langsung agar anak bisa belajar dan paham.

Aku sempat chat dengan seorang teman tentang pertanyaan di atas. Di awali dengan pertanyaan mengenai MENTAL JUARA itu yang seperti apa siy?? Jawaban yang dapat disimpulkan adalah : 
never give up, bersedia menerima kekalahan, positif thinking, memilih untuk bangkit saat jatuh, mencoba lagi saat gagal >> karena gagal dan jatuh bukan akhir dari segalanya.

Lalu, 
Aku (A) : bagaimana caranya menumbuhkan MENTAL JUARA dan BERJUANG??


Teman (T) : jangan buat anak pesimis, ajarkan positif thinking, jangan semakin buat anak terpuruk saat jatuh.
A : Tapi anak kecil gak tahu dan gak paham apa yg sedang dia hadapi
T : itu porsinya orang gede untuk membuatnya paham
A : Terus gimana agar si anak paham?
T : belajar dari ibuku, ketika anak kalah dalam lomba, jangan beberkan semua kesalahannya dengan cara kayak "nunjuk2" dia. Tapi kasih tahu dengan cara yg halus. Besarkan dulu hatinya.Like say "gak papa, kamu sudah berjuang, sudah berusaha. Kamu bagus disini, yang kurang bagus ini" (jelaskan tentang kelemahannya dibanding teman-temannya).
Lalu beri motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya dengan memperbaiki kelemahannya.
A : i think, itu follow up nya saat si anak mendapatkan dirinya kalah. Treatmentnya?? *agar anak tahu dirinya tengah berlomba, ada yang kalah dan ada yang menang*. 
Treatment lebih ke mendapatkan moment-moment tentang arti menang dan kalah. Aku pikir menyertakan anak pada acara lomba-lomba itu bisa dijadikan media pembelajaran.
T : Yup. Untuk menciptakan jiwa kompetitif.
A : Yup. Jiwa mental juara. Kalau menang kan ada rewardnya. Bisa dijadikan motivasi agar anak mau berjuang untuk menang.


Menyertakan anak pada acara lomba-lomba. Kalau menang kan ada rewardnya. Bisa dijadikan motivasi agar anak mau berjuang untuk menang.
Mungkin ini memang treatment awal untuk anak usia dini yang belum paham apa itu menang, kalah, pertandingan, perjuangan. At least, kita bisa kasih tahu kalau anak mendapatkan reward (hadiah) berarti dia sudah menang. Kalau tidak dapat artinya kalah. Kasih pemahaman lagi kalau kemenangan dan kekalahan hanya ada dipertandingan tersebut (pemahaman sperti ini juga butuh proses koq ^^). Nah, dengan iming-iming reward/hadiah, si anak jadi terpacu untuk berusaha lebih baik lagi karena diberi pemahaman tentang ia akan mendapatkan sesuatu jika ia 'baik'. Ada sesuatu yang ia dapatkan akibat hal-hal yangn telah dia lakukan.

T : Sekarang aku mikirnya, kalau si anak gak mau disuruh ikut lomba, gimana?? kan gak bisa maksa juga...
A : Nah, itu..treatment. startnya harus tepat.
T : Iya. Harus dimulai dari sesuatu yang dia suka, yang bisa menarik perhatiannya.
A : Yup. MINAT. Tanya saja, sukanya apa? Gambar? Nyanyi? Modelling??
T : Yup. Kita tinggal mengarahkan.
A : ..begitu dia suka, tawarin buat ikut 'bermain' dalam lomba.






Oia, kau pernah nonton acara Master Junior?? Ajang pencarian pesulap-pesulap Junior oleh salah satu stasiun TV lokal. Pesertanya hebat-hebat. Hebat dalam arti anak dengan usia itu sudah bisa tampil baik di depan umum.

Saat aku menyaksikan acara ini, terbersit keinginanku kelak anak-anakku akan aku ikut sertakan dalam kegiatan atau kursus sulap. Alasannya?? Agar anak-anak bisa tampil percaya diri di depan umum, bisa interaksi dan komunikasi dengan luwes, berani kalah dan yakin menang. Buuutt...MAGIS IS NOT THE POINT. Hahahaha...
Untuk membentuk anak hebat seperti itu tidak hanya dengan cara sekolah sulap koq. Banyak jalan menuju Roma. hehehehe..^^. Kembali lagi ke minat mereka. Si anak tertarik dengan apa. Nanti tinggal di arahkan saja untuk perkembangannya. Sebuah tulisan yang pernah saya baca, jangan pernah membatasi kegiatan anak di usia dini. Anak kecil mudah bosan dan tertarik dengan hal-hal yang baru. Biarkan ia mencoba semuanya sampai akhirnya ia memilih. Dam sekali lagi peran Orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan tumbuh kembang anak.

Tulisan ini atau pemikiran-pemikiran yang muncul sebelumnya bukan karena aku sedang memikirkan anak. Bukaaann!! *Status masih pengangguran aja mikirin anak =p
Status kita sebagai anak bisa membuat kita berpikir dan merasakan apa (pelajaran) yang tidak kita dapat dari kedua orang tua sehingga ke depan segala kekurangan itu bisa kita perbaiki kelak saat kita menjadi orang tua. Bukan kita men-judge atas kekurangan kedua orang tua kita. Nobody is perfect, guys!! Maka dari itu kita banyak belajar. Andai saja semua hal sempurna mungkin kita tidak akan belajar hal-hal lain. Catat tentang hal-hal (nilai atau pelajaran hidup) yang ingin kita dapat. Amati sekeliling atau mungkin bisa sharing dengan banyak pihak treatment apa yang bisa kita terapkan.

Mendidik anak itu susah looo...(menurutku). So, tanggung jawab dan amanahnya juga berat, (menurutku, lagi ^^ ). 

Memikirkan konsep pernikahan bisa menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Tetapi memikirkan konsep keluarga yang ingin dibangun jauh lebih menarik karena sifatnya yang sangat-sangat penting. 

Mau dibawa kemana keluarga kita, terutama anak-anak kita kelak, tergantung dari kedua orang tuanya, nahkoda kapalnya, pemimpinnya. 

Belajarlah banyak hal, semata pelajaran-pelajaran itu yang akan kau ceritakan dan ajarkan pada anak-anakmu kelak *PARENTING. ^^,




Sabtu, 02 Juni 2012

(mencoba) Flashback

Kapan hari *errr kapan yaaa* ada teman ibuk bertamu. Saat tengah (sibuk) menyiapkan minuman di dapur, dengan sengaja aku menguping pembicaraan mereka (ibu dan si teman). Topiknya bisa dibilang seputar kelulusan sekolah, maklum lagi ada pengumuman kelulusan UN niy. 

ibu : "ah..temannya Nia itu, pas SMA, peraih NEM tertinggi. tapi gak tembus SPMB. Malah masuk di  D3..."

Itu perkataan yang sempat dilontarkan ibu dan sempat kudengar juga. Berkaca pada diri sendiri dan sampailah pada suatu renungan....

Saya Promptia Nastitimukti. Sempat 4 tahun belajar di SD Menanggal 601 Surabaya. Gedung sekolahnya besar. Aktif di beberapa kegiatan sekolah waktu itu, mungkin sejak TK kali ya. Tahun 1998 (kalo gak salah) saya mengenyam pendidikan kelas 5 dan 6 di SDN IV Patokan Situbondo. Katanya siy sekolah ini adalah favorit dan patut diperhitungkan prestasi akademiknya. 


Lulus SD saya melanjutkan sekolah di SMPN 1 Lumajang selama 2 tahun. Bermodalkan nilai UN yang pas-pasan adalah suatu keberuntungan juga bisa sekolah di tempat favorit, lagi. Kelas 3 SMP saya kembali ke kota asal yaitu Surabaya tepatnya bersekolah di SMPN 6 Surabaya dan termasuk sekolah favorit juga di kota ini, *alhamdulilllah yaaa...


Lulus SMP ternyata masih ada test masuk untuk bisa bersekolah di SMA berdasarkan pilihan sendiri. Kalau dilihat dari nilai UN SMP siy nilai saya lebih dari cukup lah, hehehe..dan memberanikan diri ikut test masuk dengan rayon pilihan SMAN 5, SMAN 6 Surabaya setelah maju mundur menetapkan rayon tersebut hingga akhirnya fix untuk dikumpulkan kepada panitia. Test berlangsung, menunggu pengumuman, hari pengumuman. Saya ingaaaattt sekali SMAN 5 Surabaya lagi ramai-ramainya dengan mereka yang mau melihat hasil pengumuman. Saya telusuri papan pengumuman yang penuh sesak, mencoba mencari nama saya dari urutan pertama lembar pengumuman yang tertempel di situ. Setelah mata ini mencari hingga sampai pada halaman entah keberapa tak kunjung juan saya dapatkan nama itu *berpikir untuk segera berangkat ke SMAN 6 Sby*. Lembar halaman pengumuman belum habis saya patengin. Kali ini saya mulai dari urutan paling bawah. Tidak menunggu waktu lama saya pun mendapatkan nama PROMPTIA NASTITIMUKTI tercantum di lembar pengumuman itu...HUUUAAAAHHH!! Akhirnya dapat sekolah juga yaa..SEKOLAH FAVORIT lagi. ^^

Kehidupan akademik saya di Smala tak nampak mulus. Emm, bahkan mungkin buruk kali ya karna membandingkannya dengan apa yang didapat teman sekelas. Wah, mereka brilian-brilian. Joooss!! pintarnya. Pertama kali juga saya mendapat nilai 5 di rapor untuk matpel Matematika. Jangan bertanya untuk nilai MIPA yg lain, karna gak jauh beda. Minder?!? sudah pasti lah. Di saat yang lain mulai sibuk dengan bimbelnya, saya malah ennjoy dengan kegiatan ekskul. PasQ-V, smalapala...haaahh, dua kegiatan itu adalah nafas saya. Nilai akademik pun tidak ada perbaikan. Banyak ditegur sana-sini tapi saya tidak menghiraukan. Orang tua juga tidak mempercayakan anaknya untuk ambil les tuh. Hingga akhirnya nilai saya tidak cukup untuk masuk IPA, dan berakhirlah saya di kelas IPS. Saya...masih enjoy menjalankan kehidupan di Smala. Kegiatan di dua ekskul membuat saya lebih dekat dengan mereka daripada dengan banyak teman sekelas saya selam 2 tahun awal. Lulus SMA dengan nilai seadanya. Saatnya mencari PTN dengan ikut SPMB. Ikut les intensif persiapan SPMB mengantarkan saya kuliah di Unair dengan jurusan Ekonomi Pembangunan. 

Kehidupan perkuliahan saya cukup menyenangkan. Masih aktif dengan kegiatan HIMA dan lulus tepat 4 tahun dengan IPK 3,59 alias cumlaude. Hahaha..Yah, kuliah saya ternyata berjalan cukup lancar. Walau saat ini, di level ini, ada beberapa hal yang aku sesalkan ketika saya masih duduk di bangku kuliah.

Sampai saat ini, kalau diruntut lagi dari awal, kehidupan akademik saya asyik-asyik aja yaaa..Bahkan mungkin bisa dibanggakan lah karena masuk di sekolah-sekolah favorit dan lulus dengan predikat CUMLAUDE. Hehehe..Tapi tida setelah itu.
Sampai sekarang aku masih di rumah. Belum berjodoh dengan pekerjaan mana pun. Sempat siy kerja, kalau dihitung cuma 10 bulan karena kemudian memilih resign.

Sekolah di tempat favorit, punya nilai kelulusan yang baik bukan jaminan masa depan lancar jaya dan baik. Semua itu tergantung pada proses.
Orang selalu melihat hasil. Yang jadi penilaian pasti hasilnya, bukan prosesnya. Menyakitkan juga siy. Saat tahu mereka yang biasa-biasa saja (jika dibandingkan dengan latar belakang saya) sudah berada pada level hidup sedemikian rupa. Sedang saya seolah masih berjalan di tempat.
Ah, sekali lagi memang bukan hasil.
Tergantung proses. Proses ituuu..dimana di tengah jalan kamu bisa memanfaatkan segala kesempatan yang ada. Bagaimana kamu bisa belajar dimana pun tempat itu kau pijak. Hingga tiba-tiba kau mendapatkan apa yang selama ini kau cari. Proses ituuu....yang akan mengantarkan kamu ke pintu kesuksesan andai kau tau cara mengolah hal-hal yang ada di sekelilingmu. Tidak mudah memang. Bahkan saya akui itu sangaaaaattt...sangatlah susah. Ah, kalau  gitu buat apa ada Allah yang selalu siap sedia membantumu, mengarahkanmu...tergantung mau kah kau menjemput pertolonganmu itu...

Menjemput pertolongan?? Caranya??
Berusaha dan bekerja keras atas suatu impian. Itu pentiiiingng skali!!
Setelah itu baru berdoa. Cara agar doa cepat terkabul?? berdoalah pada waktu-waktu yang diijabah Allah. Contoh setelah sholat fardhu, di sepertiga malam. Mau lebih cepat diijabah lagi?? lakukan sunnah-sunnah yang dianjurkan seperti puasa Senin dan Kamis, sedekah. Yang jelas istiqomah lah menjalankan segala perintahNya dan menjauhi semua larangan Nya. 


to be continue...


05 Agustus 2012

Paragraf terakhir saya...apa yaa..gak ngena bangetlah. Sok ber-ustadzah gitu.Tapi tidak akan saya hapus. Biar kan begitu. Biarkan mengalir apaadanya seperti apa yang saya pikirkan saat itu, detik itu, kemudian saya tulis di sini.

Jadi kesimpulannya,
Bahwasannya kesuksesan itu tidak ditentukan dari posisi/tempat dimana kamu (pernah) berdiri. Sekalipun kamu adalah lulusan SMALA (yang katanya sekolah unggulan favorit), hal tersebut tidak menjamin kesuksesan dalam hidup kamu. Sekalipun kamu lulusan Havard University di luar sonoooo..nope! bukan karena hal tersebut.
Laluapa dong??
Menurut saya kesuksesan itu ya ditentukan dari sikap dan tindakan yang kamu ambil saat ini. 
"Sikap dan tindakan yang kamu lakukan hari ini menentukan kesuksesan mu esok" #quote.
Saat kamu tahu apa definisi kesuksesan dalam hidup kamu, saat kamu tahu hal-ha lapa yang ingin kau capai dalam sisa umur mu, maka dengan begitu kamu (seharusnya) bisa menentukan sikap dan tindakan apa yang sebaiknya kau pilih dan lakukan. Jika kau masih belum tahu *hhuufftthh* alias bimbang alias galau...berdoalah. Mohonlah petunjuk pada Dia yang Maha. Mintalah, mendekat padaNya. Dia tidak akan meninggalkan mu seorang diri andai kau pun menganggap Dia ada.

akhir kata,


Rabu, 23 Mei 2012

Rinduku Ranukumbolo-Semeru

aku rindu...
jalan setapak yang entah kapan berakhir
sembari menahan berat beban di punggung ini
aku rindu...
berjibaku dengan alat dapur seperti kompor dan nesting
memenuhi hak si perut untuk sesuap nasi
seraya bersembunyi aku dari terik matahari


aku rindu...
warna cantik padang ilalang
dengan pesonanya yang tak mampu ku ungkap
lukisan alam gambaran surga dunia
aku rindu...
angkuh dan gagahnya dirimu
berdiri tegak, kokoh, menjulang..penuh misteri
dan mereka menyebut kau Mahameru
aku rindu...
kabut tebal yang menghampiri
dengan dinginmu yang menggigit
namun ku tak peduli
ku sambut kau dengan pelukan hangat kami
seduhan kopi susu seraya menanti sapa matahari pagi

aku rindu...
sapa ramah para penikmat alam raya
riuhnya canda tawa mereka
menambah kehangatan...damainya Ranukumbolo-Semeru


Jumat, 20 April 2012

Dont be afraid!! Let's HIKING!! ^^

mencoba me-repost (baca: copast) kata-kata Rudy Hermawan a.k.a Cak Bun-senior SMALAPALA

"Keep fighting...keep smiling guys
Unas gak beda ama naik gunung, setelah kita mencapai puncaknya kita akan turun meninggalkannya dan mecari pucak2 lain untuk didaki dan mencapai puncaknya. Jadi tidak ada yg perlu ditakutkan selain ketakutan kita sendiri. Siap!!! Hajar!!!"

Good posted,, hmm, mencerna kata-kata beliau, hal tersebut tidak hanya berlaku dalam kehidupan per-UNAS-an kan?? semua level kehidupan, i think. Karena hidup ini juga tidak jauh dari yang namanya ujian. Yup, ujian hidup. Entah saat itu kita sedang bahagia atau susah, ketahuilah sebenarnya itu adalah proses dari ujian hidup. Di saat kita bahagia, sebenarnya kita sedang di uji. Apakah di saat bahagia itu kita masih ingat bersyukur dan berbagi?? Di saat kita berduka pun, kita sedang di uji kadar iman diri ini. Nah, dari semua itu Allah yang menilai sudah layakkah derajat kita ditinggikan di mataNya,

Seperti yang aku alami akhir-akhir ini. Aku tengah sibuk menata hati. Tengah sibuk menyiapkan mental menghadapi episode hidupku selanjutnya. Jujur, saat sendiri aku jadi sering menitikkan air mata. Sampai-sampai aku menyimpan suatu kekhawatiran bahwa aku belum siap menghadapi semua ini. Perasaanku seperti terjun bebas dari ketinggian...Hufth...perasaan sedih ini jadi ingin aku bawa dan ku kubur dalam-dalam di ketinggian itu.

Mungkin...aku memilih untuk turun gunung saja. Memilih untuk mulai dari start line, mulai dari awal, dari NOL. Bukan karena aku menyerah. Bukaaaann.

Awalnya aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa resign dari tempat kerjaku saat ini. Bukannya aku tidak bersyukur, tapi aku ingin mendaptkan kehidupan yang lebih baik. Toh orang tua juga yang selama ini 'menekan'ku untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Hingga suatu saat, Allah menunjukkan jalan itu. Sangat mudah aku melaluinya. Tidak perlu aku melewati proses yang alot seperti rekan kerjaku yang lalu. Yaa..Allah menunjukkan jalan keluar atas semua dilema untuk akhirnya aku masuk ke dalam MASALAH baru. Masalah apa itu?? ya, tidak lama lagi statusku adalah PENGANGGURAN dan dalam ilmu ekonomi pun pengangguran merupakan salah satu masalah kependudukan yang mengancam tumbuh kembangnya suatu negara (ngomong apa aku ini??).  Ah, tapi aku tidak mau menganggap ini sebagai sebuah masalah. Aku harus KUAT, YAKIN, dan BERANI. Pokoknya HARUS!! Aku anggap ini sebagai tantangan untuk menempa diriku menjadi pribadi yang lebih tangguh lagi nantinya.

"Sometimes you need to step outside, get some air, and remind yourself of who you are and who you want to be. Let's HIKING! :)" (lagi-lagi rePost, =D)

Nampaknya memang ini yang harus aku lakukan. Memilih untuk turun gunung dan mendapatkan diri untuk meyakini puncak mana yang ingin dicapai dan kembali berjuang untuk mendaki. Hitung-hitung me-refresh kembali naluri ini tentang mimpi, tujuan hidup, dan...jati diri tentunya. Beraaaatt..sungguh berat. Lebih berat daripada makadam street yang aku lalui untuk mencapai puncak Arjuno saat itu. Hahahah..semoga hanya perasaan saja. Karena aku tahu, ketakutan dan pikiran-pikiran negatif itu datangnya dari diri sendiri. Percaya deh dengan ke-MAHA-an Allah. Cukup istiqomah mendekatkan diri padaNya, insyaAllah Ia akan kasih petunjuk dan kemudahan-kemudahan yang lain.

Kamu hanya harus berDOA, IKHTIAR, BERJUANG dan BERJUANG!!
Dont be afraid. God always beside you!!

NOTE: sungguh kehidupan di alam itu hanya sebuah analogi yang bisa kamu pakai dalam kehidupan sehari-hari. Ingat, hanya ANALOGI. Kehidupan nyatanya ya yang sekarang ada di depan mata kamu. Jadi dengan pengalaman bermain di alam itulah, kamu mampu untuk belajar bijak mengenai hidup dan memaknainya. Seberat apapun itu, aku yakin mentalmu perlahan sudah ditempa dan dididik oleh alam. Say thank's for its ^^



Minggu, 11 Maret 2012

Indonesian Idol 2012 (sebuah perjuangan)

Audisi Indonesian Idol hadir lagi. Entah sudah tahun keberapa ajang Indonesian Idol diadakan. Fakta yang terjadi di luar sana euforia masyarakat terhadap ajang ini masih cukup tinggi. Ini terlihat dari rangkaian roadshow audisi Indonesian Idol yang ditayangkan di salah satu televisi swasta. Melihat masih tingginya animo dan para peserta yang antri untuk ikut audisi, memang Idol ini dari dulu sampai sekarang track recordnya masih baik ya. Padahal jebolan ajang ini menurut saya gak seberapa eksis siy. Coba sebut saja siapa para pemenang Idol yang sampai saat ini masih secara kontinyu bertahan di dunia hiburan khususnya di belantika musik Indonesia. Yah..banyak faktor X yang membuat mereka masih bertahan. ^_^

Di luar sukses gak nya ajang ini melahirkan musisi/penyanyi yang berkualitas, tersimpan banyak cerita lucu dan menarik di balik audisi Idol 2012 ini. Mungkin malah lebih banyak lucunya kali ya..hohoho..sampai ada status update dari wall sebelah kalau Idol 2012 lebih lucu daripada OVJ atau ada yang bilang audisi Idol itu layaknya pertunjukkan lawak saking lucunya. Kalau mau lihat ajang nyanyi nya ya nanti saat udah babak penilaian di jakarta.^_^
Habiiiiss..pesertanya benar-benar unik dan lucu siy. Tapi saya salut dengan mereka. Mereka yang datang dengan segala keterbatasan (disadari atau tidak) yang ada pada dirinya tetap aja nekat alias urat malu nya sudah putua untuk ikutan audisi ini. Dari yang suaranya pas-pasan sampai yang hancur, tampang yang cantik cakap sampai yang gak layak nampang di tv, dandanan yang luar biasa sampai yang aneh..semua ada dan bisa kita saksikan di layar tv. Hal-hal yang unik bin hancur ini yang membuat tayangan audisi ini jadi sebuah pertunjukkan lawak dan mereka...tidak peduli akan hal itu. Mereka tidak peduli kalau suaranya pas-pasan atau malah hancur, tidak peduli kostum mereka yang nyata2 kayak badut atau bahkan ada yang benar2 pakai kostum badut, gak peduli tampang mereka yang pas-pasan padahal kalau mereka (tidak) beruntung ya bakal kena sorot kamera..masuk tv..jadi bahan cemoohan juri dan pemirsa di rumah dengan segala keterbatasan yang mereka punya. Mereka tidak peduli karena mereka yang hadir dan mengikuti ajang tersebut semata karena suatu impian. Modal mereka cukup keyakinan dan mimpi. Persetan dengan hinaan, cemoohan, tawa sinis

Mereka, para peserta yang ikut audisi ini, saya yakin sebagian besar dari mereka datang untuk memperjuangkan mimpi. Mimpi yang seperti apa hanya mereka yang tahu. Hanya mereka yang mampu memahami niat dan merealisasikannya di audisi Indonesian Idol.
My Mom said, "ngapain siy kayak gitu. kasian yaaa..udah datang jauh-jauh, biaya mahal, gak jadi lagi.."
"lalu kenapa??" sambungku
"ya eman-eman..." jawabnya.

Entahah..saya kesal dengan apa yang dikatakan beliau. Apa iya, beliau tidak pernah bermimpi, tidak pernah memperjuangkan mimpinya. Atauuuu...beliau sudah lupa nikmatnya bermimpi dan perjuangan menggapainya...?!?

Inilah hidup.. Bahwasannya kita tak akan dapat hidup tanpa mimpi dan harapan. Adanya mimpi dan harapan yang membuat kita tetap memilih untuk bertahan hidup. Untuk apa?? Untuk mewujudkan mimpi dan harapan tersebut menjadi kenyataan. Bagaimana caranya?? Ya berjuang!! Dengan ikhtiar dan doa, sedekah..Tidak ada yang sia-sia dari perjuangan sebuah mimpi. Gagal, coba lagi. Jatuh, bangun lagi. Persetan dengan biaya yang harus dikeluarkan (untuk biaya tetap harus ada perhitungannya)..tapi jangan di-eman-eman kan..Karena dengan kita mencoba, kita sudah berada pada level hidup yang lebih tinggi lagi. Karena dengan kita mencoba, banyak pelajaran yang bisa kita petik disitu. Ituuuu yang membuat mimpi kita jadi mahal harganya. Bahkan tidak ternilai dengan apapun.
NILAI PERJUANGANNYA!!

Allah yang menilai layak atau tidaknya kita menyandang mimpi kita. Tugas kita hanya bermimpi, meyakini mimpi, dan memperjuangkan mimpi.

Okey All Dreamer!! Let's Go for Fight!!

Sabtu, 10 Maret 2012

Keajaiban Sedekah

SEMANGAT PAGI..!!!
hmm...sebenarnya sudah terlalu siang yak untuk mengucapkan selamat 'pagi'. yaa..anggap saja memang terlampau siang untuk memulai posting kali ini *bukan karena bangun tidur yang kesiangan* ^_^.
Sudah lama juga tidak mampir di blog sendiri untuk posting hal-hal yang menurut saya banyak tidak pentingnya. hohohoho..Maklum blog ini masih compang-camping, hanya bermodalkan ingin menulis saja, menumpahkan segala uneg-uneg. 
Baru-baru ini seorang rekan mengingatkan untuk kembali mencoba menulis. "Menulis itu menyembuhkan looo.." ya, ya, ya...perkataanya memang ada benarnya (karena saya merasakan sendiri khasiatnya setelah menuliskan uneg-uneg saya disini). Hmm...anggap saja saya (memang) belajaran. Belajar menulis secara istiqomah dengan niat ingin mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dialami sehingga bisa emberikan inspirasi kelak. *harapannya siy begitu..hheee....*

Cukup prakatanya. Selanjutnya mulai fokus menulis sesuai dengan judul yang pertama kali mulai saya ketik kali ini. 
KEAJAIBAN SEDEKAH.

buku gratisan (Ippo 'Right' Santosa). Recommanded
Beberapa minggu lalu banyak mendapat buku gratisan nih. Alhamdulillah yaa...Insya Allah bukunya memang manfaat karena dari judulnya saja ini sudah akan menambah wawasan. Sudah hampir dua minggu ini *mungkin* saya sedang membaca buku yang menyinggung masalah rezeki, sedekah, dan ikhlas. Entah itu dari judulnya maupun isinya setelah saya sempat (sedikit) membacanya. Senang membacanya, apalagi buku karya Ippo "Right" Santosa. 

Benar-benar mengubah cara berpikir tentang sedekah, manfaat, dan bagaimana sedekah merupakan salah satu bentuk ikhtiar mengusahakan doa dan keinginan kita terkabul. Yap, kalau kita sering mendengar DOA tanpa IKHTIAR ataupun IKHTIAR tanpa DOA sama saja dengan NOL alias tidak akan berhasil atau di ijabahnya harapan atau keinginan kita. Jadi..ya itu...tambahkan usahanya dengan berSEDEKAH alias membelanjakan harta. Insya Allah rezeki kita dilipatgandakan. Itu sudah janji Allah dan saya sudah pernah membuktikannya. Hmm..lebih dari sekedar rezeki menurut saya. Sedekah juga membawa berkah. Sekalinya bersedekah sebagai salah satu bentuk ikhtiar akan suatu doa dan harapan, maka saya selalu menyelipkan doa-doa tertentu atas sedekah yang saya keluarkan. Doa untuk diri sendiri tentunya karena hal ini tidak boleh sampai kelewatan. Seorang teman pernah menyinggung bahwa tentulah kita dibolehkan mengharap pamrih atas amalan yang kita perbuat, tapi berharaplah pada Gusti Allah, itu saja, Kita tidak dilarang koq mengharap pamrih dariNya, bahkan dianjurkan karena Beliaulah tempat meminta. Dia yang Maha Memberi. Justru saat kau tidak meminta maka kau salah besar karena seolah kau meragukan kehebatanNYA.
Berbicara mengenai Keajaiban Sedekah, saat ini saya mencoba men-share pengalaman saya.
Bulan Agustus, penghujung Ramadhan, hampir 2 bulan saya bekerja (sampai sekarang). Saya sebagai staff kantoran dan di sana juga terdapat (mungkin) 10 buruh pabrik yang memang bekerja untuk memproduksi bataton, produk dari tempat saya bekerja. Masa kerja hampir 2 bulan itu tidak membuat saya berharap dapat dana THR dari tempat kerja. Kepikiran saja tidak, jadi saya hanya ya..hanya punya rasa yang biasa. Hari itu, beberapa hari menjelang libur lebaran, Mr J (bos tempat saya kerja) datang ke kantor dan mulai membagikan yang namanya dana THR. Puji syukur alhamdulillah, ternyata saya pun termasuk penerima THR tersebut. Alhamdulillaaaahhh..Allah sangat sayang pada saya. ^_^ kalau tidak salah saya terima Rp 300.000,- deh. ^_^
Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Biasa...di tempat saya bekerja, masalah duit adalah hal yang sensitiiiiff banget!! Beberapa pihak (saya pikir) iri dengan apa yang saya dapat. Seolah saya yang baru ini sudah dapat THR yang cukup besar dibandingkan mereka. Uh, rasaanya sedih juga saat ada yang tanya nominal yang saya terima (bodohnya saya jawab) dan bilang "mpeyan enak mbak, dapat banya"..hufthh...sediiih..>,<

Beberapa saat kemudian masalah THR semakin panas aja. Gimana gak, lha wong ternyata ada beberapa anak produksi yang dapat THR dengan nominal minim sekali. Bahkan untuk pulang kampung dengan jumlah segitu ya tidak cukuplah, atau mungkin untuk berangkat pun gak bisa. Aaarrgghh!! Suasana seperti itu berlangsung beberapa hari. Intinya mereka menuntut kenaikan THR. Ah, jengah saya dengan kondisi orang-orang sekitar yang masih memperkarakan masalah THR. Nurani saya tergugah saat itu. Apa tidak ada yang bisa saya perbuat. Akhirnya saya memutuskan memberikan jatah THR saya pada mereka. Saya meyakini bahwa sebagian harta yang kita miliki merupakan hak milik orang lain. 
Suatu malam saya pergi ke ATM. Saya ambil uang sebesar Rp 300.000,-. Esoknya saya amplopi dan titipkan pada sesorang di sana untuk dibagikan pada anak produksi yang dapat dana THR dalam jumlah minim. Orang itu menyangka uang tersebut dari Mr. J. Saya gak ambil pusing terhadap anggapan itu. Seorang lagi berkata saya gak perlu kasih uang karena Mr J akan menaikkan jumlah THR mereka. Ya..karena niat saya sedari awal, apapun yang terjadi uang sudah ada di tangan saya bagaimana pun harus disampaikan dong. Malu sama Allah kalau sampai gak jadi, hhee...siapa tahu itu membantu lebaran merekan kan..*amiiiinnn....*
Sampai di hari itu, gak ada yang tau saya dapat THR dan saya berikan THR tersebut kepada orang lain, termasuk orang tua saya. Prinsipnya kalau berbuat baik buat apa diceritakan siy..jatuhnya nanti riya' hehehe..kalau saya posting saat ini kan hanya bentuk sharing aja..hohoho..
Lebaran tiba. Saya pun kembali mengunjungi kota Tegal tempat keluarga ibu saya berkumpul. Hari itu, saat tiba acara nyekar ke makam eyang-eyang kami tiba-tiba saja salah satu Om memberikan sejumlah uang kepada saya dan kakak adik saya. Saya sempat menolak tapi karena 'dipaksa' ya mau gimana lagi, hhee....dan tau kah, setelah saya hitung, saya menerima uang 'THR' sejumlah Rp 600.000,- . Persis dua kali lipat dari uang yang berikan kepada anak-anak produksi waktu itu.^_^ Ajaib kan..Alhamdulillah kan...

Ada lagi...

Suatu pagi di tempat kerja, seperti biasa saya mulai sibuk dengan komputer yang ada di depan mata. Waktu bergulir dengan beberapa percakapan, kegiatan, dan 2 orang yang datang ke tempat kerja. Hingga saya menyadari HP nokia kesayangan saya raib dari tempat semula. *huhuhu..HP penuh kenangan ituuuu T_T * Akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa HP saya ada yang ambil. wew...HP saya hilang sodara-sodara. Walaupun numb gak ilang tapi sama aja, karena semua phonebook dan segala kenangan manis menghilang bersama raibnya HP tersebut. Baru terasa kehilangan ya pas besoknya. huhuhuhu...hmpfh, mau gimana lagi. Terpaksa selanjutnya saya pakai HP adik saya yang...hampir selalu membuat emosi. Uhh, kapan bisa beli HP baru nih. Pikirku gitu. BB ato android yaaa...hmm...

Waktu itu, menjelang tahun baru. Saudara dari Jakarta datang berniat tahun baru-an di Malang. Jadilah kami sekeluarga menikmati libur tahun baru di Malang. Sesaat sebelum meninggalkan cottage tempat saudara menginap, saya kembali 'dipaksa' menerima THR tahun baruan sebesar Rp 900.000,- (harusnya siy 1jt ya, hmm..mungkin salah itung tuh =D ). Walhasil selang beberapa hari saya memutuskan beli HP baruuuu..hohoho...Kesimpulannya saya dapat tambahan dana untuk beli HP baru. Saya pun merenung, mungkin orang yang dulu ambil HP saya lagi butuh uang kali yaaa...Dan karena saya jarang sedekah maka saya anggap itu (terpaksa) sedekah. Seiring berjalan waktu saya ikhlas atas kehilangan tersebut, ^_^

Nah, itu kisah saya tentang KEAJAIBAN SEDEKAH yang saya sadari bahwa memang sedekah hasil dan prosesnya sungguh-sungguh ajaib. Tanpa diduga. Gak usah ditunggu hasilnya kapan dan seperti apa bentuknya (walau kita ada pamrih disitu semata karna Allah), percaya de Allah akan membalasnya sesuai yang kita BUTUH-kan bukan yang kita INGIN-kan. Keep positif thinking aja atas kehendak dan ketentuan Allah. Tapi ya itu..jangan pernah berhenti meminta (DOA), karena disitulah jalan penghubung antara kau dan DIA.

Oia, baru-baru ini saya juga kembali bersedekah. Ada anak produksi yang baru saja memiliki anak pertama dan sayangnya si baby lagi ada kelainan. Ah, dana yang saya berikan sedikit tapi saya berharap akan banyak membantu perawatan baby-nya.
Saya juga menaruh pada harap pada Gusti Allah. Terselip doa saat saya bersedekah agar saya segera men dapat pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Amiiiinnn...^_^